Pixel C, Tablet Pertama Google dengan Android Marshmallow

Nampaknya tahun ini Google benar-benar ingin membuat sebuah terobosan baru. Akhir September lalu, perusahaan asal California, Amerika Serikat, ini telah merilis sistem operasinya terbarunya yaitu Android 6.0 Marshmallow. Kemudian disusul dengan dua smartphone terbarunya, yaitu Nexus 5X dan Nexus 6P.

Namun ternyata saat disela-sela peluncuran kedua smartphone tersebut, Google memberikan sebuah kejutan untuk seluruh pecinta gadget. Google memperkenalkan sebuah tablet yang diklaim sebagai tablet pertama buatannya, yaitu Pixel C. Tentu saja hal ini cukup mengagetkan masyarakat karena Google sama sekali tidak pernah menyinggung tablet ini.

Menariknya lagi, Pixel C dirancang serta didesain sendiri oleh tim hardware dari pihak Google. Biasanya Google merilis gadget dengan bantuan produsen lain untuk masalah desain maupun hardware. Sebut saja beberapa smartphone keluarannya, yaitu Nexus 5X dan Nexus 6P yang diproduksi oleh Huawei dan LG.

Tak hanya itu saja, tablet ini juga digadang-gadang akan menyaingi beberapa tablet lain seperti iPad Pro milik Apple dan Surface milik Microsoft. Sebenarnya dulu Google pernah membuat tablet. Namun untuk proses desain dan pemilihan hardware dilakukan oleh produsen lain. Sedangkan Pixel C, proses awal hingga akhir diurus oleh pihak Google sendiri.

Mengapa perangkat ini diberi nama dengan Pixel C? Ternyata huruf “C” artinya convertible. Maksudnya, tablet ini bisa dilengkapi dengan aksesori tambahan seperti keyboard. Setelah dipasang dengan keyboard, Pixel C bisa merubah menjadi notebook. Dengan kata lain tablet ini merupakan tablet hybrid yang memiliki dua fungsi sekaligus.

Pixel C, Tablet Pertama Google dengan Android Marshmallow

Namun keybord yang digunakan pada perangkat ini cukup unik karena dilengkapi sebuah dock yang memiliki daya magnet di dalamya. Jadi tablet bisa menempel pada dock tersebut. Saat sedang tiak digunakan, keyboard tersebut akan dipakai sebagai cover.

Fitur-fitur Unggulan Tablet Pixel C Google

Performa maksimal
Tentu saja Google menyematkan beragam teknologi dengan performa kelas atas agar tablet ini mampu bersaing dengan saingannya. Pada sektor dapur pacu, Google membekali Pixel C dengan chipset Nvidia Tegra X1 T210 64 bit. Chipset jenis ini mempunya CPUS dengan jumlah core delapan inti atau sering disebut dengan teknologi CPU Octa-Core.

Ruang dapur pacu juga semakin diperkuat dengan RAM yang berkapasitas hingga 3 GB. Pixel C juga sudah beroperasi dengan sistem operasi terbaru dari Google, yaitu Android 6.0 Marshmallow. OS ini memiliki beragam fitur baru yang tentunya lebih canggih jika dibandingkan dengan pendahulunya.

Baca Juga: Vivo V5 Plus, Smartphone Dengan 20 MP dual Front Camera softlight

Tentu saja dengan seluruh fitur yang premium ini, Pixel C mampu digunakan untuk segala aktivitas yang dibutuhkan oleh pengguna. Termasuk aktivitas multitasking yang membutuhkan performa tinggi dan cepat.

Desain stylish
Dari segi fisik, penampilan tablet ini memang sedikit mirip dengan desain Chromecast milik Google yang telah diluncurkan pada tahun 2-13 lalu. Pixel C tampil dengan desain bodi yang kompak dan terkesan elegan. Material yang dipakai berbahan dasar alumuminum, sehingga fisiknya akan sangat kuat. Sedangkan layar, tablet ini memiliki layar berukuran 10.2 inci berjenis LTPS LCD dengan resolusi 1800 x 2560 piksel dan tingkat kerapatan mencapai 307 ppi.

Ukuran layar yang diusung oleh perangkat ini cukup nyaman saat digunakan. Sedangkan bagian grafis, Google memasang seri Nvidia Maxwell di dalamnya. Tentu saja GPU jenis ini akan semakin menambah kualitas grafis dari Pixel C.

Baca Juga: 15 Alasan Kenapa Kamu Harus Banget Memilih ASUS ZenFone 3 Max

Tak hanya aktivitas pekerjaan saja yang terdukung, namun untuk kebutuhan gaming juga cukup mumpuni. Ada juga keyboard dock konvertibel yang bisa dipasang dan lepas untuk mendukung pekerjaan pengguna seperti yang telah disebutkan di atas.

Daya simpan file ekstra
Masalah kapasitas penyimpanan, Pixel C mempunyai beberapa pilihan. Ada dua tipe yang bisa dipilih, yaitu kapasitas memori 32 GB atau 64 GB. Kapasitas sebesar itu sebenarnya sudah sangat banyak menampung beragam jenis file, seperti foto, dokumen, musik, hingga video. Sehingga tidak perlu ditambahkan dengan microSD eksternal lagi. Google memang tidak menambahkan slot microSD eksternal di dalamnya.

Kamera mumpuni untuk foto atau video call
Tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan kamera juga cukup memengaruhi daya tarik pembeli. Google telah menyematkan kamera depan sebesar 2 MP dan kamera belakang 8 MP dengan beberapa fitur tambahan seperti touch focus, face detection, auto focus, geo-tagging, digital zoom, HDR, hingga panorama.

Tidak hanya mumpuni untuk digunakan saat selfie saja, kamera di Pixel C juga sudah mumpuni digunakan untuk video call.

Koneksi banyak dan daya tahan baterai cukup besar
Dari segi koneksi, perangkat ini belum didukung oleh koneksi data selular alias tidak ada SIM Card. Mungkin ini merupakan salah satu kelemahan dari Pixel C. Sehingga saat digunakan, tablet ini harus terkoneksi dengan Wi-Fi atau wireless internet terlebih dahulu. Beberapa konektivitas lainnya yang mendukung antara lain microUSB Type C dan Bluetooth v4.0.

Sedangkan daya tahan baterainya, tablet ini telah dipersenjatai dengan baterai yang berkapasitas 10.000 mAh atau setara dengan 34 Wh. Baterai pada Pixel C akan lebih hemat karena tidak memiliki daya seluler di dalamnya. Pasokan dayanya bisa bertahan hingga 8 jam lebih.

Spesifikasi Pixel C:

  • Layar: 10.2 inci resolusi 2560 x 1800 piksel (~308 ppi)
  • Memori: RAM 3 GB ROM 32 GB atau 64 GB
  • OS: Android OS, v6.0 Marshmallow
  • Prosesor: Chipset Nvidia Tegra X1, Quad Core 64 Bit
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, hotspot, Bluetooth
    V4.1, A-GPS, Glonass, microUSB v2.0, NFC
  • Kamera depan: 2 MP
  • Kamera belakang: 8 MP
  • Daya baterai: 10.000 mAh

Untuk masalah harga, Pixel C dibanderol dengan dua tipe harga. Pixel C dengan kapasitas 32 GB dijual dengan harga 499 dollar AS atau sekitar Rp 7,3 juta. Sedangkan Pixel C berkapasitas 64 GB dijual dengan harga 599 dollar AS atau sekitar 8,7 juga. Namun keyboard tambahannya dijual terpisah dengan harga 149 dollar AS atau Rp 2,1 juta.

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk memiliki tablet pertama dari Google ini?