Angkalisyanti Gadis Asal Pontianak yang Kini Bekerja Untuk Google Singapura

3

Setiap tahun Google yang kita kenal sebagai perusahaan mesin pencari raksasa selalu sukses menempati posisi teratas dalam survey tentang tempat kerja terbaik di seluruh dunia. Dengan adanya gaji yang tinggi, makanan gratis sepanjang hari, proyek-proyek teknologi yang keren dan suasana kerja yang aman dan nyaman membuat perusahaan Google menjadi idaman tempat bekerja bagi banyak orang.

Sayangnya, impian bekerja di Google bagi kebanyakan orang hanya menjadi sebatas mimpi. Sudah dapat ditebak bagaimana susahnya agar dapat menjadi bagian dari tim hebat Google. Menurut cerita orang-orang yang sudah pernah mencoba melamar di Google, mereka akan melewati proses wawancara minimal sebanyak 6 kali dengan durasi masing-masing wawancara sekitar 45 menit. Tak sedikit mereka yang langsung mundur ketika mendengar kisah-kisah tersebut.

Berbeda dengan Angkalisyanti, seorang wanita keturunan tionghoa asal Pontianak yang berhasil menjadi karywan Google Singapura berkat kegigihannya. November 2014 lalu saya berkesempatan bertemu langsung dengan Yanti sosok wanita yang sangat menginspirasi.

Angkalisyanti datang ke Pontianak sebagai pembicara untuk sebuah acara google yang bertajuk Google Developer Group DevFest 2014 bersama Yansen Kamto (Founder Kibar.co.id), Benny Fajarai (Founder Kreavi.com) dan Leontinus Aplha Edison (Co-founder Tokopedia.com). Mereka semua adalah sosok pemuda-pemudi asal Pontianak yang telah sukses mendunia dan sangat menginspirasi saya.

Angkalisyanti Gadis Cantik Asal Pontianak yang Bekerja Untuk Google Singapura
Angkalisyanti Saat Menjadi Pembicara di GDG DevFest

Dalam acara tersebut Angkalisyanti bercerita bagaimana awal mula dia dapat diterima bekerja di kantor Google. Yanti mengungkapkan Setelah menyelesaikan SMA di sebuah sekolah swasta di Pontianak, Dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Malaysia. Setelah selesai di Malaysia, dia kembali melanjutkan studinya, namun berpindah ke negara Australia. Di Australia, Yanti menempuh pendidikan sambil berkerja di sebuah cafe yang kebetulan bersebelahan dengan Kantor Google Australia. Yanti mulai bermimpi untuk berkerja di perusahaan raksasa ini setelah melihat karyawan google berkerja dengan penampilan yang sangat santai seperti menggunakan celana pendek dan baju kaos ketika sedang bekerja.

Yanti mulai semakin penasaran dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang etika dan informasi lowongan pekerjaan di Google. Pada tahun 2012 sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Yanti, Google mengumumkan mencari tenaga kerja wanita warga negara Indonesia yang bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Informasi itu dia terima dari satu di antara kenalannya yang bekerja di Google. Awalnya Yanti ragu mengambil peluang tersebut, namun dia kembali berpikir bahwa kesempatan tidak akan datang berulang kali sehingga dia memberanikan diri untuk mengambil lowongan tersebut.

Yanti melewati proses yang sangat panjang hingga ia benar-benar diterima bekerja di Google. Salah satu proses yang paling saya ingat dari cerita Yanti adalah bagaimana dia terus bersemangat melewati wawancara yang disebutkannya lebih dari enam kali dengan durasi masing-masing wawancara hampir 1 jam.
Berkat ketekunan dan kegigihannya saat ini Yanti menjabat SMB Marketing Google Singapura, sebelumnya dia menjabat Enterprise Inside Sales Associate Google Australia sekitar satu tahun sebelum akhirnya dipindahkan ke Singapura.Apakah kisah Yanti ini cukup membakar kembali semangat  kamu yg mulai perlahan hilang? Percayalah tidak ada hal yang kebetulan, tidak ada hoki, tidak ada hal yang didapatkan tanpa usaha. Semua hal dapat terjadi atas usahamu sendiri, restu orang tua dan kehendak Yang Maha Kuasa.
Tulisan ini dipersembahkan untuk kalian yang sedang kurang bersemangat mengejar cita-cita, terkhusus diri saya sendiri. Semoga menginspirasi! 🙂

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here