WFH Nyaman, Alat Elektronik di Rumah Aman dengan Automatic Voltage Regulator Stabilizer dari Schneider Electric

0

Sejak WFH dan SFH diberlakukan, semua aktivitas yang biasa kita lakukan offline jadi harus online di rumah. Untungnya, kita hidup di jaman teknologi udah maju. Alhasil, meskipun di rumah aja, kita tetap bisa menyelesaikan pekerjaan kantor ataupun belajar. Tapi yang nggak bisa dipungkiri dari kebijakan ini adalah melonjaknya tagihan listrik. Yep! Perangkat elektronik yang biasanya nyambung dengan listrik kantor sekarang harus nyambung di rumah. Jadinya? Pengeluaran ditanggung sendiri.

Belum lagi, memasuki bulan penghujan seperti ini. Drama lain yang perlu dihadapi bersama adalah soal tegangan listrik yang nggak stabil. Padahal, WFH dan SFH sangat mengandalkan perangkat laptop atau PC dan internet. Bukan hanya mengganggu aktivitas kita, tapi kondisi ini juga membuat perangkat elektronik cepat rusak. Tegangan listrik yang nggak stabil bikin kinerja elektronik nggak maksimal. Apalagi kalau perangkat tersebut butuh terhubung listrik selama 24 jam dalam sehari.

Jadi gimana menyikapi kondisi ini? Salah satu opsinya adalah menggunakan perangkat voltage regulator. Kalau kamu butuh rekomendasi, kamu bisa coba produk Automatic Voltage Regulator (AVR) dari APC by Schneider Electric. AVR sendiri lebih sering dikenal di pasaran sebagai stabilizer. Sesuai namanya, produk ini dibuat untuk mengatur tegangan listrik yang masuk ke perangkat biar tetap stabil. AVR ini akan secara otomatis memberikan perlindungan terhadap brownout atau overvoltage. Bukan hanya tegangan listrik nggak stabil, tapi produk AVR ini juga bisa melindungi perangkat dari lonjakan listrik. Lonjakan listrik ini sendiri sangat mungkin terjadi karena sambaran petir.

Kenapa sih butuh AVR?

Tujuan utama dari penggunaan alat ini adalah menjaga pasokan listrik yang masuk ke perangkat elektronik tetap stabil meskipun kondisi eksternal sedang bermasalah. Kondisi eksternal bermasalah ini bisa terjadi misalnya karena hujan lebat, pemadaman listrik, atau pemeliharaan kabel. Pada kondisi seperti ini, tegangan atau daya listrik yang masuk ke perangkat elektronik tidak stabil. Alhasil perangkat jadi tidak maksimal ketika beroperasi. Dalam jangka waktu panjang, kondisi berulang bisa membuat perangkat cepat rusak.

Gambar 1: Klaim Fungsi AVR dari APC by Schneider Electric (Sumber: Brosur Resmi APC Schneider Electric)

Apakah fungsi produk AVR ini hanya sebatas regulasi tegangan? Oh nggak juga. APC by Schneider Electric ini dilengkapi sama beberapa fungsi penunjang. Klaim lain yang diberikan misalnya:

  1. 3 Grounded Outlets. Jadi, Grounded Outlet ini adalah konsep pengardean yang dibuat untuk melindungi pengguna yang menggunakan peralatan listrik dengan bahan lapis logam. Dengan casing yang diarde (grounded case), listrik akan mengalir ke ground dan membuat pemutus listrik yang ada di breaker terputus. Pada intinya, alat ini relatif aman untuk tidak menimbulkan sengatan listrik.
  2. Extended Input Voltage. Kadang-kadang, input tegangan yang masuk ke perangkat regulator lebih besar dari spesifikasi input tegangan maksimal. Efeknya apa? Ya perangkat jadi cepat rusak karena spek input yang masuk nggak sesuai. Nah, Produk AVR dari APC by Schneider Electric ini diklaim memiliki tegangan daya yang lebih tinggi daripada produk AVR lainnya. Sehingga, input tegangan yang lebih tinggi tidak akan terlalu mengganggu kinerja produk.
  3. Pemutus sirkuit (Circuit Breaker atau CB) mudah di-reset. CB ini sendiri punya fungsi memutus aliran listrik yang tidak normal. Tidak normal itu bisa jadi kelebihan tegangan, hubungan arus pendek, dan percikan api. Sebenarnya me-reset CB itu tidak terlalu sulit. Hanya saja harus ada kondisi yang dipenuhi supaya aman, seperti memakai kacamata pelindung, memastikan tangan dalam keadaan kering, berdiri di samping perangkat, dan lain-lain. Ribet kan? Sedangkan pada produk ini, me-reset CB dilakukan semudah memencet tombol Power Switch. See?
  4. Children Safety Shutters. Produk AVR ini di-klaim aman dan ramah untuk anak-anak. Maksudnya, produk ini bisa melindungi kita dari kontak listrik yang tidak disengaja. Biasanya kan anak-anak suka kepo dengan banyak hal, termasuk perangkat elektronik dan produk kelistrikan. Fitur keamanan ini bikin kita lebih nyaman karena mengurangi potensi kecelakaan karena ketidaksengajaan.
  5. Builtin Surge Protection. Klaim lain yang sesuai namanya, produk ini punya kekuatan surge protection sebesar 148 Joules. Surge protection ini akan melindungi perangkat dari risiko over voltage maupun over current dari sambaran petir.

Apakah AVR adalah UPS?

Bisa dibilang produk ini sebenarnya tergolong baru. Beberapa orang mungkin akan berpikir kalau AVR ini adalah UPS. Perlu aku jelaskan kalau AVR dengan UPS itu berbeda, ya. UPS alias Uninterruptible Power Supply adalah perangkat untuk menyimpan daya cadangan. Biasanya perangkat ini dipakai hanya untuk PC saja.

Gambar 2: APC Back-UPS 950V AVR Universal Sockets (Sumber: APC Schneider Electric Official website)

Tujuan penggunaan AVR dan UPS beda banget. UPS punya fungsi memberikan back up cadangan listrik ke PC saat terjadi pemadaman listrik. Logikanya, UPS ini lebih mirip sebagai sebuah “baterai”. Supply cadangan listrik yang diberikan pun nggak bisa terlalu lama. Sedangkan AVR adalah produk untuk menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke perangkat. 

Jadi, sudah bisa bedakan keduanya kan?

Kalau tadi dibilang UPS biasanya dipakai di PC, apakah AVR juga demikian? Nope. Produk AVR dari APC by Schneider Electric ini bisa dipakai ke seluruh perangkat elektronik kok. Rekomendasi penggunaan produk ini adalah untuk perangkat-perangkat yang diprioritaskan untuk menyala terus, 24/7. Tapi, sebelum beli produk ini, ada baiknya kamu tentukan dulu perangkat elektronik apa yang butuh menggunakan AVR. Ini karena produk AVR memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

Gambar 3: Matriks Kapasitas Produk AVR dan Penggunaannya (Sumber: Brosur Resmi APC Schneider Electric)

Misalkan kamu hanya butuh untuk support perangkat music speaker, VCR, laptop, atau hand vacuum cleaner, ya kamu hanya butuh membelinya khusus varian kapasitas 500VA/250W. Kalau perangkatnya lebih besar lagi – misalnya kulkas 2 pintu – kamu akan butuh varian AVR dengan kapasitas yang lebih besar pula. Entah itu 800VA/400W, 1200VA/600W, atau 2000VA/1000W yang harus disesuaikan dengan perangkat yang mau kamu pasang. Selain menyamakan kebutuhan, kamu juga harus menyamakan daya listrik yang kamu pakai di rumah ya.

Oh iya, perlu diketahui kalau sebenarnya produk AVR dari APC by Schneider Electric ini bukan hanya didesain untuk penggunaan rumahan aja. Perangkat ini juga bisa digunakan pada setting kantoran. Kenapa? Karena kantor punya banyak perangkat elektronik yang butuh support listrik stabil. Dengan demikian, perangkat mereka yang memuat segudang file penting tetap bisa aman.

Efek jangka panjang, perangkat elektronik kantor akan menjadi lebih awet. AVR akan membuat perangkat lebih terjaga pada segala momen, termasuk saat cuaca sedang buruk dan menimbulkan tegangan listrik tidak stabil. Efek secara finansial tentu saja biaya pemeliharaan perangkat elektronik jadi lebih rendah. Selain itu, perangkat elektronik bisa digunakan sesuai dengan prediksi usia pemakaian yang ditetapkan. Alhasil, kemungkinan kemunculan biaya tak terduga untuk servis perangkat relatif rendah.

Beli di mana nih?

Nah, kalau kamu tertarik untuk membeli produk ini, kamu bisa mendapatkannya lewat Official Store Schneider Electric di Tokopedia. Sama seperti produk elektronik lainnya, produk AVR dari APC by Schneider Electric ini juga menyertakan garansi. Bentuk garansi yang diberikan adalah penggantian unit AVR yang rusak dengan unit AVR baru dalam jangka waktu 2 tahun. Syaratnya juga cukup mudah, yaitu menyertakan bukti transaksi pembelian produk resmi.

Untuk informasi lebih lengkap seputar produk APC by Schneider Electric, kamu bisa mengunjungi laman social media resmi Schneider Electric di bawah ini:


Facebook – https://www.facebook.com/SchneiderElectricID  

Instagram – https://www.instagram.com/schneiderelectric_id/ 

YouTube – https://www.youtube.com/user/SchneiderElectricID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here