Fitur Custom Blurring di YouTube Mempermudah Menyensor Hal Sensitif dalam Video

0

Seperti yang kita ketahui, saat ini pemerintah melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sedang berusaha untuk memperbaiki tayangan yang beredar di Indonesia. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan melarang munculnya tayangan dengan kriteria tertentu dan sensor pada beberapa adegan yang dianggap kurang layak untuk ditampilkan. Namun ternyata upaya tersebut menuai respons yang beragam dari kalangan masyarakat. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang tidak setuju.

Belakangan sensor terhadap tayangan-tayangan yang dinilai kurang layak untuk ditayangkan dan dilihat oleh anak-anak mulai banyak di sensor. Awalnya hanya beberapa saja, namun lama-kelamaan beberapa film kartun juga mulai di sensor. Beberapa waktu lalu sebuah ajang bergengsi di Indonesia juga dilaporkan mengalami banyak sensor karena dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal tersebut tentu saja membuat banyak orang khususnya masyarakat Indonesia jadi bertanya-tanya, tidak sedikit pula yang berkomentar tentang tindakan tersebut.

Ketika Indonesia sedang heboh dengan tayangan yang selalu di sensor, ternyata ada beberapa pihak yang melihat hal tersebut sebagai peluang. Entah kebetulan atau memang menunggu saat yang tepat, beberapa layanan berbagi video sebut saja YouTube mulai mengeluarkan fitur-fitur baru mereka. Beberapa waktu lalu YouTube secara resmi telah meluncurkan fitur baru mereka. Dengan fitur tersebut pengguna bisa melakukan sensor pada video yang mereka buat.

Fitur Custom Blurring di YouTube

Jika dulu melakukan sensor harus dilakukan saat proses editing, bahkan tak jarang harus mengulang adegan, sekarang tampaknya hal tersebut sudah semakin mudah untuk dilakukan. Proses sensor yang sebelumnya hanya bisa dilakukan ketika proses editing dan menggunakan software khusus kini justru bisa dilakukan secara online. Pengguna juga bisa menentukan pada bagian mana saja yang ingin meeja sensor. YouTube dengan tools terbarunya sudah menerapkan teknologi tersebut.

Dengan adanya tools baru bernama Custom Blurring dari YouTube ini tentu saja dapat membuat para Youtubers dan para pembuat film yang mengunggah karya mereka di situs tersebut dapat bernapas lega. Sebab mereka tidak perlu khawatir lagi akan melanggar aturan yang telah ditentukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia, meski pada umumnya KPI hanya mengawasi televisi dan radio saja. Kedepannya bukan tidak mungkin kalau Lembaga tersebut juga akan mengatur konten-konten video yang ada di Internet.

Menurut keterangan yang diberikan oleh pihak Youtube melalui blog resminya, ketika kita ingin mengaburkan atau memberikan egek blur pada informasi atau bagian-bagian tertentu yang dianggap sensitif seperti plat nomor kendaraan, wardrobe yang tidak diinginkan tanpa mengulang adegan, Custom Blurring akan membantu mengaburkan objek tersebut. Bahkan pemilik video bisa melakukannya sendiri secara langsung melalui halaman yang telah disediakan oleh Youtube.

Fitur Custom Blurring di YouTube

Untuk saat ini tools tersebut hanya tersedia versi desktop, belum diketahui apakah nantinya juga akan hadir di YouTube versi mobile atau tidak. Untuk bisa menggunakan fitur Custom Blurring, pertama-tama pilihlah video yang akan diedit dan ingin diberi efek blur. Kemudian pilih menu Custom Blurring yang terdapat pada menu Blurring Effects. Jika sudah, silakan objek atau bagian mana saja yang nantinya akan dibuat blur.

Jika setelah di edit hasilnya masih belum memuaskan, pemilik video masih bisa mengatur kembali efek blur yang sudah diberikan. Karena tools tersebut bisa disesuaikan dengan kemauan kita, maka kita juga bisa menentukan apakah nantinya efek tersebut akan bergerak mengikuti objek atau tetap pada posisi yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk membuat Custom Blurring tetap pada posisi yang diinginkan, pengguna bisa menekan tombol lock, dengan begitu maka efek blur yang dihasilkan tidak akan bergerak ke mana-mana.

Jika semua pengguna YouTube merasa dimudahkan dengan adanya fitur ini, bukan tidak mungkin fitur canggih ini nantinya akan dikembangkan lagi. Sehingga akan menjadi sebuah teknologi yang sangat bermanfaat dalam dunia penyiaran, khususnya penyiaran di Indonesia. Mengingat saat ini banyak sekali tayangan-tayangan yang seharusnya di sensor, tapi bisa dengan mudah ditayangkan begitu saja. Akibatnya KPI harus memberikan sangsi kepada siapa saja yang dianggap melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here