Review Xiaomi Notebook Air, Notebook Besutan Xiaomi Tandingan Apple Macbook

13

Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 5 Desember 2016 kemarin saya memutuskan untuk membeli sebuah produk Notebook besutan Xiaomi. Mi Notebook Air begitu Xiaomi menamainya, produk ini cukup menarik perhatian banyak peminat sejak pertama kali diluncurkan. Desainnya bisa dibilang menyerupai produk Macbook besutan Apple, belum lagi nama “Air” yang turut digunakan Notebook Xiaomi ini dibelakangnya.

Produk Mi Notebook Air ini sendiri sebenarnya baru dijual secara resmi pada pertengahan Desember 2016. Saya tentu tidak membeli produk resmi yang dijual khusus untuk pasar Indonesia, produk yang saya beli adalah versi China yang mana sudah terinstall windows 10 dengan bahasa Mandarin.

Mi Notebook yang saya beli di Jakartanotebook.com bulan lalu adalah tipe 12.5 inchi, dengan 4GB DDR3 RAM, 128GB SSD Memori serta menggunakan prosesor Intel core m3. Saya memilih Mi Notebook ini karena alasan spesifikasi dan designnya yang sangat mendukung pekerjaan saya yang notabene memiliki mobilitas tinggi. Mi Notebook ini sangat ringan, bobotnya hanya 1.07kg dengan ukuran yang hanya sebesar majalah. Mudah dibawa kemana saja dan tidak memakan banyak ruang untuk penyimpanan.

Setelah genap 1 bulan saya gunakan untuk bekerja, saya ingin membuat sedikit review tentang Mi Notebook ini berdasarkan pengalaman pribadi. Barangkali kamu yang sedang membaca artikel ini sedang membutuhkan informasi lebih banyak tentang Mi Notebook sebelum mempersunting Notebook cantik besutan Xiaomi ini.

1. Body dan Desain Mi Notebook Air

Hal yang paling utama dan pertama kali akan saya bahas dari Mi Notebook adalah sisi desainnya, karena alasan desainlah yang membuat saya yakin memilih Notebook yang satu ini. Mi Notebook Air yang termasuk dalam laptop ultrabook ini memiliki desain yang sangat indah menurut saya. Seluruh tubuh dari Xiaomi Notebook Air menggunakan bahan besi dan perpaduan warna futuristik membuat Notebook Xiaomi Air terlihat elegan dan berkelas.

Bagian belakang yang polos tanpa logo apapun menjadi nilai plus tersendiri. Xiaomi tidak menampilkan logonya pada bagian belakang layar seperti kebanyakan produsen Notebook. Sebuah logo kecil dengan tulisan MI hanya terdapat pada bagian bawah depan layar. Dengan begitu siapa saja pengguna Mi Notebook bebas mengekspresikan diri untuk menempelkan sticker penuh pada bagian belakang layar atau sebagainya.

2. Dapur Pacu dan Baterai Mi Notebook Air

Memori, RAM, Prosesor serta baterai adalah acuan yang selalu seringkali dipakai banyak orang ketika ingin membeli sebuah Notebook baru. Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, versi yang saya beli adalah Mi Notebook dengan layar 12.5 inci dengan 4GB DDR3 RAM, 128GB SSD Memori serta menggunakan prosesor Intel core m3. RAM dan Memori tidak perlu saya bahas karena hal tersebut bergatung lagi kepada kebutuhan masing-masing. Saya akan lebih fokus membahas tentang prosesor yang digunakan karena Intel core m3 sepertinya cukup baru bagi telinga banyak orang.

Baca Juga: Mi Notebook Air dan Lenovo Air 13, Mana yang Lebih Unggul?

Prosesor core M merupakan prosesor generasi keenam dari prosesor Intel Core. Prosesor Core M menggunakan arsitektur Skylake yang diberi kode awal 6Y serta ditambahi angka lagi untuk memperjelas klasifikasinya, mulai dari M3, M5 dan M7 sehingga paralel dengan klasifikasi Core i3, i5, dan i7.

Yang membedakan prosesor core M dari generasi sebelumnya adalah teknologi fabrikasi yang semakin mengecil, dari 22 nanometer ke 14 nanometer. Imbas dari pengecilan litografi ini adalah pengeluaran panas yang lebih minim daripada arsitektur sebelumnya. Memang terbukti Mi Notebook yang sudah saya gunakan selama 1 bulan ini tidak terlalu panas meskipun tidak dilengkapi kipas pendingin. Prosesor core M inilah yang menjadi alasan kenapa desain Mi Notebook begitu tipis. Desain yang tipis menandakan tidak ada kipas pendingin internal pada ultrabook ini.

Selain itu, prosesor core M dirancang khusus agar hemat daya untuk keperluan mobile. Dukungan prosesor ini membuat Mi Notebook yang dilengkapi 2 buah baterai lithium ion polimer didalannya dapat menyala hingga 11 jam. Jika digunakan untuk bekerja secara penuh bisa bertahan 6-7 jam. Sudah saya buktikan sendiri!

3. Keyboard dan Layar Mi Notebook Air

Mengetik selembut mencubit pipi bakpao gebetan bisa kamu rasakan ketika menggunakan Mi Notebook Air. Tidak melebih-lebihkan memang benar adanya, toh saya tidak dibayar pihak manapun untuk membuat tulisan ini. Keyboard yang tertanam di Mi Notebook sangat lembut dan nyaman digunakan. Ditambah lagi lampu backlit yang kontras membuat mengetik dalam kondisi gelap lebih asik.

Untuk urusan layar sendiri, meskipun hanya berukuran 12.5 inci namun layar Mi Notebook Air sudah mengusung layar full HD. Resolusi layar mencapai 1920 x 1080 dengan reproduksi warna yang sangat akurat dan kontras berkat teknologi panel IPS. Layar ultrabook ini juga dilapisi bahan khusus untuk mengurangi glare cahaya. Layar Xiaomi Air 12.5 Inch ini dilapisi penuh dengan gelas ultra durable yang dikeraskan hingga skala 7 mohs scale. Gelas kaca ini menutupi seluru layar laptop dari ujung ke ujung.

4. Audio dan Port Mi Notebook Air

Untuk urusan audio Mi Notebook tidak diragukan lagi. Jika di laptop lama saya harus menyetel volume hingga 50% untuk mendapatkan suara yang pas, di Mi Notebook cukup 30% dan sudah terdengar berisik dari kamar kost sebelah. Xiaomi Notebook Air menggunakan speaker AKG dengan Dolby Audio Premium Surround Sound. Bermain game, mendengar musik dan menonton film menjadi lebih seru dengan bass yang menggelegar.

Baca Juga: ASUS Transformer 3 PRO, Tablet yang Dapat Berubah Menjadi Notebook

Untuk port USB, Xiaomi terbilang cukup pelit. Mi Notebook Air hanya dilengkapi 1 x USB 3.0, 1 x USB Type-C, 1 x HDMI dan 1 x 3.5mm Headphone Jack. Hanya tersedia 1 buah port USB, bayangkan jika ingin berbagi file dari 1 USB flash ke USB lain tentu akan repot memindahkan file ke notebook terlebih dahulu 🙁

Overall, saya berani merekomendasikan Mi Notebook Air jika memang pekerjaanmu tidak membutuhkan memori besar ataupun prosesor tinggi. Satu-satunya hal yang tidak saya sukai dari Mi Notebook Air adalah port USB yang hanya tersedia 1 buah, tapi hal itu bisa diatasi dengan USB Hub / Port.

Oh iya, kalau kamu gamers Mi Notebook ini tidak direkomendasikan buat kamu. Jangangkan buat beli, buat ngelus-ngelus doang aja saya nggak rekomendasi. Kecuali kamu gamers level Solitaire atau Mahjong boleh deh dibungkus pulang itu Mi Notebook Air 😀

Gallery Mi Notebook Air

Full Specification Mi Notebook Air

Processor Type Intel Dual Core
Processor Onboard Intel Core M3-6Y30 (2.2GHz, 4MB L3 Cache)
Standard Memory 4GB LPDDR3 1866MHz
Video Type Intel HD Graphics 515
Display Size 12.5 Inch
Display Max. Resolution 1920 x 1080
Display Technology IPS Panel
Hard Drive Type 128GB SSD
Optical Drive Type No Optical Drive
Wireless Network Type WIFI: 802.11 a/b/g/n/ac wireless internet
Bluetooth: Yes
Interface Provided 1 x USB 3.0
1 x USB Type-C
1 x HDMI
1 x 3.5mm Headphone Jack
Camera Front camera: 1.0MP
O/S Provided Windows 10 Home Chinese Version
Battery Type 7.4V/5000mAh
Dimension 29.20 x 20.20 x 1.29 cm / 11.5 x 7.95 x 0.51 inches
Weight 1.07kg

13 COMMENTS

  1. halo kak. saya ingin bertanya, dulu kaka beli dimana? dan kakak rekomendasikan toko mana kalau ingin beli sekarang’? bagaimana dengan bahasa mandarin di notebook ini? bagaimana cara menggantinya? trima kasih kak

  2. kak, saya ingin bertanya setelah kakak punya notebook ini apakah kakak melihat kelemahan dari notebook ini kak? atau ada rasa menyesal tidak kak setelah membelinya? semoga jawaban kakak dapat menghilangkan keraguan saya dalam membeli notebook ini terima kasih kak

    • Sejauh ini hal yang saya tidak suka dari Mi Notebook ini adalah panas yang yg lumayan tinggi ketika penggunaan sambil di charge. Tidak ada port untuk LAN dan USB port yang cuma 1 harusnya bisa diatasi dengan USB hub yang banyak dijual diluar sana. Sejauh ini tidak ada penyesalan dari membeli Mi Notebook.

  3. halo, thanks untuk review nya. saya mau tanya, windows nya kan original nih, tapi bahasa mandarin, gimana caranya ubah ke windonws english tp tetep original ya? sayang aja menurut ane klo udh windows ori tp akirnya ga bisa dibikin english, harus beli key nya lg. trus langkah2 nya gmn ya? seperti install windows biasa kah? driver gimana ya?

    thanks

    • Halo, untuk kemarin saya download ulang windows, install via USB flash, dan beli lisensi lagi. Lisensi OEM banyak dijual online kok, ori harusnya dan harganya sekitar 300an. Installnya seperti biasa, tidak butuh driver.

  4. halo kak nanya, kalau dipakai untuk aplikasi video editing seperti adobe premiere, lightroom sanggup gak ya mi note 12,5″ ini?

    thanks!

    • Saya belum pernah pakai sih, tapi untuk prosesor sekelas core m3 kayanya cukup berat menjalankan aplikasi video editing ya. Notebook ini cocoknya buat yg mobilitas tinggi dan bekerja ringan aja sih.

  5. halo gan, mau nanya gimana pemakaiannya hingga saat ini? apakah masih oke performanya? saya galau mau ambil yg 12.5 atau 13.3.

    yg 12.5, mikir saya ram nya agak kecil ya takutnya mau jalanin aplikasi berat takut ga kuat.

    nah kepikir mau ambil yg 13.3 cocok sih sama speknya. baca2 review di 13.3 ini main game juga uda lebih dr cukup. soalnya harganya juga sebanding dengan asus rog gl552vx.

    sy incer entengnya sih si xiaomi notebook. menurut agan gmn ya? sy ngebet sih ama si xiaomi

  6. Halo, aku sedang mempertimbangkan untuk membeli notebook ini. Sebenarnya ragu banget karena takut terjadi apa2 sama laptop tapi gak ada after sales servicenya. Aku mau tanya, untuk kebutuhan office, browsing, photoshop dan corel memungkinkan gak ya menggunakan laptop ini? Terima kasih.

    • Service after sales itu sepertinya tidak terlalu banyak yg menggunakan, lagipula sejauh ini produk-produk keluaran Xiaomi selalu memuaskan. Untuk kebutuhan yang disebutkan sejauh ini sangat memungkinkan karena saya juga menggunakan aplikasi tersebut dan belum ada masalah. Untuk penggunaan yang lebih berat mungkin lebih baik membeli Mi Notebook jenis 13 inci karena kapasitas dan spesifikasinya lebih mumpuni.

  7. wah pertama kali lihat modelnya langsung minat, apa lagi setelah lihat spek dan bagian dalamnya.
    rencananya setelah beli, langsung ane install Linux, sepertinya pilihan saya jatuh Deepin 15.4.1. karena Windowsnya tidak terpakai mungkin akan diuninstal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here