UKM Kuliner di Mataram Kini Tertata Dengan Baik Berkat Program Pembinaan Dari YDBA

0

Jika berbicara tentang kuliner, setiap daerah di Indonesia pasti punya kuliner andalannya masing-masing. Beberapa waktu yang lalu saya baru saja mengunjungi Mataram, Lombok dan mencoba beberapa kuliner khas Nusa Tenggara Barat. Ikan kuah kuning, ayam taliwang, plecing kangkung, sate tanjung, adalah beberapa kuliner khas Lombok yang sudah saya coba. Kuliner yang ada ini tentunya menjadi identitas sendiri untuk Pulau Lombok. Belum lagi letak geografisnya yang membuat Lombok menjadi salah satu penghasil biji kopi terbesar di Indonesia.

Melihat potensi kuliner yang sangat besar di Lombok ini, Yayasan Dharma Bhakti Astra atau yang lebih dikenal dengan YDBA akhirnya membentuk sebuah program pembinaan UKM yang dinamakan sektor unggulan. Jika di beberapa daerah wisata lainnya pemerintah fokus untuk membina UKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan, YDBA justru fokus membina sektor industri yang jenis usahanya homogen, layaknya usaha kuliner di Lombok.

Pembentukan program pembinaan ini tujuannya adalah untuk mendorong kenaikan kelas dan sustainbility bisnis UMKM dengan cara yang efektif dan efisien. Peluncuran program sektor unggulan dari YDBA ini sendiri dilakukan di salah satu cabangnya yaitu Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mataram, Nusa Tenggara Barat.

UKM Kuliner di Mataram Kini Tertata Dengan Baik Berkat Program Pembinaan Dari YDBA
Ketua Pengurus YDBA, Henry C Widjaja, Koordinator LPB Mataram, serta perwakilan UKM berfoto dengan Nota kesepatakan Sektor unggulan UKM Kuliner Mataram

Yayasan Dharma Bhakti Astra dan Peran Pentingnya dalam Pertumbuhan UMKM

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) adalah yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada tahun 1980.  Yayasan dari ASTRA ini mengusung filosofi “berikan kail, bukan Ikan”. Secara sekilas kita dapat mengartikan makna dari filosofi tersebut adalah, YDBA membantu setiap UMKM, membimbing dengan pelatihan-pelatihan usaha sehingga para pelaku usaha terpancing untuk terus mencapai perubahan besar dalam bisnisnya.

Seperti yang baru dilakukan pada awal September 2017 lalu, YDBA memberangkatkan 22 UMKM yang bergerak di bidang manufaktur dan kerajinan ke Jepang untuk mengikuti training The Program on Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka, Jepang. Diberangkatkannya UMKM ke Jepang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan daya saing. Hal ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi Mandiri.

UKM Kuliner di Mataram Kini Tertata Dengan Baik Berkat Program Pembinaan Dari YDBA
Mohammad Iqbal memberikan jaket kepada salah satu peserta sebagai simbolisasi pelepasan keberangkatan peserta Program on Corporate Management for Indonesia (IDCM)

Tercatat hingga bulan Juni 2017, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.112 UMKM. Tidak hanya itu, YDBA juga melatih 701 pemuda putus sekolah menjadi mekanik. Secara tidak langsung, YDBA telah berperan menciptakan 65.158 lapangan pekerjaan melalui berbagai UMKM yang telah dibinanya.

Sektor Unggulan UKM Kuliner Binaan ASTRA di Lombok

Sektor unggulan di LPB Mataram melibatkan 35 UKM yang bergerak di bidang kuliner seperti katering, rumah makan, hingga makanan siap saji. Dalam kegiatannya, program pembinaan yang dilakukan akan berupaya untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, produktivitas, standarisasi mutu hasil, serta memperluas jangkauan pemasaran produk. Saya kebetulan sempat berkunjung ke beberapa UKM binaan YDBA yang ada di Mataram kemarin. Berikut adalah beberapa UKM Lombok yang merupakan binaan Astra.

1. Kita’s Pizza

Ada yang unik ketika mencicipi Pizza yang satu ini, jika pada umumnya pizza menggunakan toping berbagai daging, kita’s Pizza menawarkan sensasi yang berbeda. Pizza dengan kearifan lokal, kita pizza menggunakan topping berbagai buah lokal yang tentunya akan sangat cocok dengan lidah orang Indonesia.

Pizza rasa durian
Berbagai varian Pizza rasa buah
Jenis pizza lain dengan topping daging

2. Gerobak Jamur

Budidaya jamur memang sedang menggeliat di wilayah Mataram Lombok, salah satu yang terbesar adalah Gerobak Jamur milik Pak Hadiutama. Lewat pembinaan yang diberikan YDBA, Pak Hadiutama menceritakan bahwa Konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) yang diberikan Astra benar-benar diterapkan dalam usahanya sehingga dapat berkembang seperti saat ini.

Pak Henry C Widjaja turut serta memanen jamur
Ukuran jamur yang sudah siap di panen
jamur di olah menjadi sate

3. Kopi Rinjani

Ketika sedang di Lombok dan ingin mencari kopi, pastilah yang ada di benak orang-orang Kopi Rinjani. Siapa sangka produk kopi yang sudah tersebar kesana kemari ini merupakan hasil produksi rumahan. Dan bahkan proses pengolahan biji kopi sendiri masih menggunakan cara yang sangat manual yaitu proses sangrai di atas api kayu bakar.

Proses sangrai biji kopi
Membersihkan biji kopi yang sudah di Sangrai
Kopi yang sudah dikemas

Semoga, dengan diluncurkannnya program sektor unggulan ini, UKM di Mataram bisa termotivasi untuk naik level dan terus mampu bersaing dalam menjalankan bisnisnya. Untuk kamu yang punya usaha dan ingin menjadi bagian dari YDBA, kamu dapat mendaftarkan diri lewat website: http://hebatnyaukm.org/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here