Berkat Yayasan Dharma Bhakti Astra, Banyak UMKM di Penjuru Nusantara Naik Kelas

0

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau yang lebih kita kenal dengan singkatan UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, kontribusi PDB yang awalnya 1,7 persen meningkat menjadi 4,48 persen. Tidak hanya itu, rasio kewirausahaan yang awalnya 1,65 persen meningkat menjadi 3,1 persen.

Tak heran, pemerintah pun terus memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM di Indonesia. Berkat dukungan tersebut, tren positif pun terjadi.

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang merupakan perpanjangan tangan PT Astra International Tbk dalam pembinaan UMKM, memiliki Program Sektor Unggulan sebagai program utama yang bertujuan untuk mewujudkan komunitas UMKM yang ‘Naik Kelas dan Awet’.

Dalam hal ini, YDBA bercita-cita agar UMKM dapat memenuhi standar industri besar (naik kelas) dan memiliki bisnis yang berkelanjutan (awet).

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-38, pada 10 Juli 2018 YDBA meluncurkan Buku Panduan Sektor Unggulan 1.0, sebuah buku yang berisi tentang pengertian sektor unggulan, beserta panduan teknis dalam setiap tahapan pengelolaan sektor unggulan. Buku ini merupakan intisari pengalaman YDBA dalam mengembangkan sektor unggulan.

Yayasan Dharma Bakti Astra
Peresmian Buku Panduan Sektor Unggulan 1.0 YDBA

Selain buku, YDBA juga meluncurkan Majalah Edisi Khusus Sektor Unggulan yang berisi tentang kisah-kisah pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah di Indonesia.

Peluncuran tersebut dilakukan di lahan Petani Mitra YDBA di Desa Shabah, Kec. Bungur, Kab. Tapin, Kalimantan Selatan dan turut dihadiri oleh perwakilan eksekutif Grup Astra, Kementerian Perindustrian RI, Muspika setempat, dan para petani binaan Lembaga Pengembangan Bisnis Banua Prima Persada (LPB Baprida), Tapin, Kalimantan Selatan.

Dalam peluncuran kali ini, Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja menjelaskan tentang Program Sektor Unggulan yang merupakan program utama yang dijalankan oleh YDBA dalam rangka memandirikan UMKM. Henry juga menjelaskan hubungan-hubungan saling menguntungkan antar semua pemangku kepentingan dalam menjalankan kegiatan pembinaan UMKM yang disebut sebagai Ekosistem Pembinaan UMKM.

Dalam kegiatan ini, YDBA turut memamerkan UMKM binaan LPB Baprida yang terdiri dari
beberapa sektor, yaitu hortikultura (sayuran, buah, dan cabai hiyung), peternakan, madu kalulut, perikanan, dan makanan olahan. Selain melihat langsung produk-produk UMKM, para tamu undangan pun merasakan pengalaman mensortir sendiri mentimun hasil pertanian sesuai standar atau grade yang berlaku di pasar.

Yayasan Dharma Bakti Astra
Pengurus YDBA melakukan proses sortasi timun di lahan timun petani mitra YDBA

LPB Baprida merupakan LPB yang didirikan atas kerjasama YDBA dengan perusahaan-perusahaan Grup Astra yang tergabung dalam Astra Heavy Equipment, Mining, Construction, and Energy (AHEMCE), yang terdiri dari PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Kalimantan Prima Persada, dan PT Prima Multi Mineral.

LPB Baprida memberikan pembinaan yang mencakup 2 kabupaten, 14 kecamatan, dan 37 desa di Kalimantan Selatan. Sejak didirikan pada tahun 2012, LPB Baprida telah membina lebih dari 400 UMKM dalam wilayah tersebut. Pemberian Penghargaan Selain meluncurkan Buku Panduan Sektor Unggulan 1.0, pada kegiatan kali ini YDBA juga memberikan penghargaan UMKM yang berprestasi dan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem pembinaan UMKM.

1. UMKM Mandiri Manufaktur Terbaik : Sinar Terang Logam Jaya
UKM manufaktur yang berdiri pada 1985 ini bergerak di bidang stamping press. Bergabung dengan YDBA sejak sekitar tahun 2010, UKM yang didirikan oleh Wibowo Setiawan di Bandung, Jawa Barat ini terus berkembang di bawah kepemimpinan Yogie Ariowibowo sebagai generasi penerus bisnis ini.

2. UMKM Mandiri Bengkel Terbaik : KAP Bengkel
Bengkel Kumandange Adzan Pitu (KAP) yang terletak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini melayani berbagai jasa perbaikan mobil antara lain spooring, balancing, servis rem, servis ac, tune up, dan beberapa jasa general repair lainnya. Bengkel yang didirikan sekitar tahun 2015 oleh Heri Cahyono ini menjadi UKM Mandiri Bengkel Terbaik berkat penerapan manajemen yang baik, khususnya terkait 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan Service Advisor (SA).

3. UMKM Mandiri Pertanian Terbaik : Arbani Usaha Tani
Petani muda dari Simpang Empat yang merintis karirnya sebagai pekerja di salah satu lahan ini memiliki keinginan kuat untuk maju. Dengan semangat tinggi, Arbani memulai usahanya di lahan sewaan. Kini, setelah terus mengikuti program sektor unggulan, kompetensi manajerialnya dan teknikalnya telah naik pesat, bahkan ia telah berhasil memiliki lahan sendiri yang dikelolanya dengan baik.

4. UKM Mandiri Kerajinan Terbaik : Dharma Setya Artshop
UMKM yang dirintis oleh Hj. Robiah ini bergerak di bidang kerajinan, khususnya kerajinan khas Lombok. Berawal dari usaha kain tenun khas Lombok di Sukarara, Lombok Tengah sejak tahun 1991 lalu, kini Hj. Robiah sudah memiliki cabang baru di daerah sekitar Bandara Internasional Lombok Praya yang menjual berbagai oleh-oleh khas Lombok. Tak hanya itu, kini Hj. Robiah juga mengembangkan usaha penginapan dan rumah makan di cabang baru tersebut.

5. UKM Quality Control Circle Terbaik : PT Bakom Metal Industri
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 ini bercita-cita untuk dapat menjadi piston manufacturer terbesar di Indonesia dan Asia. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha machining ini telah berhasil menjadi supplier untuk beberapa perusahaan di Grup Astra Otoparts.

PT BMI telah menunjukkan komitmen untuk melakukan continuous improvement dan berhasil menjadi pemenang Konvensi QCC UMKM Mitra YDBA 2017. Pada konvensi itu, circle dari PT BMI membawakan makalah dengan judul ‘Menurunkan
Defect Pin Hole Nokari Produksi Machining Line 2’.

6. Instruktur Karyawan Aktif Terbaik : Friyanto (PT Menara Terus Makmur)
Instruktur yang saat ini aktif sebagai Section Head Quality Machining di PT Menara Terus Makmur ini aktif mengisi beberapa pelatihan dan pendampingan, terutama yang terkait dengan Quality Control Circle. Beliau pun turut andil menjadi instruktur pendampingan yang kemudian mengantarkan PT Bakom Metal Industri menjadi Juara Konvensi QCC Tahun 2017.

7. Instruktur Pascakaryawan Terbaik : Indira Ratna
Beliau merupakan pensiunan dari PT Astra International Tbk dan beberapa perusahaan Grup Astra lainnya. Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman mengelola sumber daya manusia, Indira membagikan ilmu dan pengalamannya melalui berbagai pelatihan dan pendampingan HRODP (Human Resource Officer Development Program)

8. Lembaga Pengembangan Bisnis Terbaik : LPB Pama Banua Etam, Sangatta
Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Banua Etam (LPB Pabanet) merupakan LPB yang dibentuk atas kerjasama YDBA dengan PT Pamapersada Nusantara. LPB yang didirikan pada tahun 2015 ini memiliki sektor unggulan bidang perikanan. Selain itu, LPB Pabanet juga memiliki binaan di bidang makanan olahan yang tergabung dalam asosiasi OKUSA. Berkat prestasi baiknya, pada tahun ini LPB Pabanet berhasil menyabet penghargaan LPB Terbaik untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

9. Lembaga Keuangan Mikro Terbaik : LKM Mitra Surya Sejahtera
Koperasi yang dinamakan LKM ini berdiri pada tahun 2008 ini melayani para petani kelapa sawit di sekitar lahan perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk di Mamuju, Sulawesi Barat.

Di tahun 2018 ini, LKM MSS berhasil mencapai nilai terbaik pada analisis Tingkat Kesehatan (TKS) yang antara lain terdiri dari Permodalan, Likuiditas, Efisiensi, Jati Diri Koperasi, dan beberapa indikator lainnya sehingga berhak menjadi LKM Terbaik Tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here